revivalize.net adalah pemberi informasi menarik.

Your name

www.your-url-here.com
Your own description here. Edit it.
About Me
Replace this with your own description here. Go to "Edit HTML" to change this.

Kamis, 04 November 2021

Saat anak memasuki usia sekolah, maka tantangan orangtua selanjutnya adalah memilih sekolah yang tepat untuk anak. Jika salah memilih sekolah, bisa-bisa karakter anak akan terbentuk menjadi tidak baik. Sebab, sekolah adalah rumah kedua mereka dimana mereka tumbuh, berkembang, dan belajar. Pendidikan merupakan investasi jangka panjang untuk masa depan anak. British Jakarta Intercultural School hadir sebagai solusi keraguan para orangtua karena menghadirkan sistem pendidikan yang bertaraf internasional dengan berbagai fasilitas lengkap untuk anak. Lalu, apa dampaknya pada anak jika orangtua asal-asalan memilih sekolah? Mari simak penjelasan di bawah ini.

Asal-Asalan Memilih Sekolah Untuk Anak, Ini Dampak Buruknya!

1.      Tidak suka belajar. Jika anak tidak suka akan sekolahnya, ia akan cepat merasa kelelahan dan enggan belajar karena tidak ada motivasi di sekolah. Meskipun anak tetap mengerjakan tugasnya, namun ia akan merasa tidak nyaman. Sekolah yang seharusnya menumbuhkan rasa senang saat belajar, malah membuat anak tidak suka belajar.

2.      Sosial dan emosi anak terganggu. Sekolah yang kurang memperhatikan kemampuan anak, akan menumbuhkan rasa tidak percaya diri pada anak dan kesulitan dalam menghadapi emosinya. Akibatnya akan berdampak pada kegiatan sosial anak. Anak menjadi tidak menonjol dan bergantung pada orang lain. Ia juga akan kesulitan beradaptasi dalam lingkungan baru.

3.      Tidak suka tantangan. Saat anak kesulitan beradaptasi, ia cenderung akan menghindari tantangan karena menganggap bahwa dirinya tidak mampu. Ia akan mencari jalan pintas yang lebih mudah. Hal ini akan berdampak pada akademis anak. Contohnya ketika mengerjakan soal ujian yang sulit. Anak akan mengabaikan soal tersebut dari pada mencoba memecahkannya.

4.      Mudah stress. Anak dapat mengalami stress apabila mendapatkan suatu tekanan. Jika anak tidak suka sekolah, ia akan merasa stress karena menganggap bahwa berangkat ke sekolah adalah suatu beban. Adapun tanda-tandanya yaitu anak menjadi agresif atau pasif, sulit tidur, dan mudah merasa cemas. Tentu saja, ini akan berdampak pada kesehatan anak. Tidak ada orangtua yang ingin anaknya merasakan stress berkepanjangan.

5.      Tidak mempunyai motivasi. Jika anak tidak mempunyai motivasi, ia akan merasa malas berangkat sekolah. Akibatnya, tidak ada jiwa inisiatif pada anak dan akan belajar jika hanya disuruh saja. Ia tidak bisa mengambil keputusan sendiri dan dalam dirinya tidak ada keinginan untuk maju atau belajar dengan tekun. Selain itu, anak hanya akan nurut apabila diberi hukuman atau suapan, seperti harus dijanjikan sesuatu jika mau berangkat sekolah dan lain sebagainya.


Itulah dampak buruk yang dapat terjadi pada anak. Apabila dibiarkan saja atau orangtua mengabaikan hal tersebut, maka masa depan anak akan terganggu. Oleh sebab itu, memilih sekolah yang tepat adalah langkah awal yang baik untuk perkembangan anak. Semoga bermanfaat!

Sumber:

https://edukasi.kompas.com/read/2013/01/17/12234785/~Edukasi~Panduan%20Studi

https://maglearning.id/2021/02/25/salah-pilih-sekolah-anak-jadi-korban/

https://id.theasianparent.com/memilih-sekolah-anak